Heng

Heng

Minggu, 01 Februari 2015

Kecup Malam


"Rintik kecil hujan, membasuh malam.
Jatuh menetes, membasahi tanah hati.
Tubuh lekat sudut jendela, menatap luar sana.
Jiwa rapuh karna RUH jahat.....

_ "jujur tak bisa menahan diri
Untuk memelihara hasrat rahasia.....
Sementara berusaha dapat menjaga diri dan fikiran.....

"Namun indra-indraku berhianat,
Mereka memilih kehendak sendiri....
Telapak jiwa hangat tersembunyi,
Dalam dasar hati di ruang gelap rahasia......
Hanya sedikit yang bisa kuketahui,
Apakah aku harus menyusurinya.....?!

_ "Tempat ini begitu sunyi, asing, dan sepi,
Tak ada yang bisa kukagumi, apalagi kedamaian......

"Malam pekat mencium, dan menyentuh tubuhku.
Tubuhku terasa kecil di genggamanya.
Inilah malam.......
Aku berusaha menghapus kenangan,
Melupakan dari ingatan......
Apakah niatku salah....?!

_ "Sentuhan halus, kecupan malam, dapat mengubah isi dunia.....

"Sisa rasa bersalah melapis di imajinasi.
Seperti kertas satu lapisan kulit.
Dan aku takut lapisan akan robek....

_ "Aku mencoba melompat dari ini.
Membisikkan do'a pada malam takbertepi.


8 November 2011 pukul 23:11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar